Jumat, 06 Oktober 2017

ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS KOMPUTER DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS 

KOMPUTER


DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN

    dalam jurnal ini Pembuatan keputusan (definisi), jenis-jenis,tingkat pengambilan keputusan dan mengaanalisis keputusan.
   Salah satu kegiatan manajemen yang penting adalah memahami sistem se- penuhnya untuk mengambil keputusan- keputusan yang tepat yang akan dapat memperbaiki hasil sistem keseluruhan dalam batas-batas tertentu. Dengan demikian pengambilan keputusan adalah suatu proses pemilihan dari berbagai alternatif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk mendapat suatu alternatif terbaik guna menjawab masalah atau menyelesaikan konflik (pertentangan). 


Dalam jurnal ini disinggung ,tingkat pengambilan keputusan dan Teknologi Informasi Bagi Organisasi
Tinkat-Tingkat Pengambilan Keputusan
        1. Pengambilan keputusan tingkat strategis
Pengambilan keputusan strategis dicirikan oleh sejumlah besar ketidak pas- tian dan berorientasi ke masa depan. Keputusan-keputusan ini menetapkan rencana jangka panjang yang akan mempengaruhi keseluruhan organisasi

2. Pengambilan keputusan tingkat taktis. Pengambilan keputusan taktis ber- hubungan dengan kegiatan jangka pendek dan penentuan sumber daya untuk mencapai tujuan. Jenis pengam- bilan keputusan irfi berhubungan den- gan bidang-bidang seperti perumusan anggaran, analisis ariran dana, penen- tuan tata ruang pabrik, masalah ke- pegawaian, perbaikan produksi serta penelitian dan pengembangan. Bila pengambilan keputusan strategis se- bagian besar mengandung kegiatan perencanaan yang menyeluruh, pen- gambilan keputusan taktis memerlukan gabungan dari kegiatan perencanaan dan pengawasan. Jenis keputusan ini memiliki potensi yang kecil untuk me- laksanakan pengambilan keputusan terprogram. Untuk sebagian besar aturan-aturan keputusan dalam pen- gambilan keputusan taktis tidak ter- susun dan tidak dapat dipertanggung- jawabkan terhadap kebiasaan sehari- hari dan peraturan yang mengatur sendiri.

3.Pengambilan keputusan tingkat teknis. Pada tingkat teknis, standar-standarditentukandan output bersifat deter- ministik (sifatnya menentukan). Pen- gambilan keputusan teknis adalah suatu proses yang dapat menjamin bahwa tugas-tugas spesifik dapat dilak- sanakan dalam cara efektif dan efisien. Tingkat ini lebih ditekankan pada fungsi pengawasan dan sedikit sekali fungsi perencanaan. Pada tingkat ini pengam- bilan keputusan terprogram dapat di- laksanakan. Contoh jenis pengambilan keputusan ini adalah penerimaan atau penolakan kredit, pengendalian proses, penentuan waktu, penerimaan, pengiri- man, pengawasan inventaris dan penempatan karyawan.

Teknologi Informasi Bagi Organisasi
Tugas Manajer dalam perusahaan dan hubungannya dengan Teknologi Informasi, Secara garis besar, sehubungan dengan teknologi informasi, SDM di perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama adalah kumpulan dari mereka yang merupakan para pengguna (user) teknologi informasi yang dimiliki. Termasuk di dalam kelompok ini seluruh jenjang SDM dari staf sampai dengan pimpinan puncak. Seluruh SDM ini dalam kesehariannya terlibat langsung dalam penggunaan teknologi informasi sebagai sarana penunjang dan pendukung aktivitas pekerjaan mereka sehari-hari. Kelompok kedua adalah mereka yang bertanggung jawab terhadap perencanaan dan pengembangan teknologi informasi di perusahaan. Tugas utama dari mereka yang berada di dalam kelompok ini adalah:
     1) Menyusun perencanaan strategis (masterplan) mengenai pengembangan
sistem dan teknologi informasi perusahaan, lengkap dengan cetak birunya (blue print);
     2)Mendefinisikan secara detail kebutuhan sistem informasi perusahaan, terutama kebutuhan spesifik dari masing-masingindividu yang ada;
      3)Menyediakan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan detail yang telah didefinisikan tersebut;
     4)Memelihara dan mengembangkan teknologi informasi yang dimiliki perusahaan agar selalu up-to-date dan dapat dipergunakan oleh seluruh SDM perusahaan;
   5)Mengelola hubungan kemitraan denganpihak-pihak di luar perusahaan (vendor) yang bekerja sama dalam hal pengembangan teknologi
   6)Memonitor dan mengawasi berbagai hal terkait dengan manajemen atau proses pengelolaan aset teknologi informasi.
Peran SIM berbasis Komputer dalam Pengambilan Keputusan
Nilai suatu informasi berhubungan dengan keputusan. Dimana dukungan sis- tem informasi manajemen pada pembua- tan keputusan dalam suatu organisasi da- pat diuraikan menurut tiga tahapan, proses pembuatan keputusan, yaitu pemahaman, perancangan (design), dan pemilihan. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengola- han, file komputer maupun non komputer. Pada tahap pemahaman hubungannya dengan SIM adalah pada proses penyelidikan yang meliputi pemeriksaaan data baik dengan cara yang ditentukan maupun dengan cara khusus.

Pada tahap perancangan , kaitannya dengan SIM adalah membuat model-model keputusan untuk diolah ber- dasarkan data yang ada serta memprakars
ai pemecahan-pemecahan alternatif. Model-model yang berisi perangkat lunak pembuatan model-model keputusan.maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. Sistem Informasi sendiri harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi-situasi yang jelas menun- tut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah-masalah yang diketahui den- gan jelas agar disampaikan kepada or- ganisasi tingkat atas sehingga masalah- masalah tersebut dapat ditangani. Pada tahap ini juga perlu ditetapkan kemungki- nan-kemungkinannya. Dukungan SIM me- merlukan suatu data base dengan data masyarakat, saingan dan intern ditambah metode untuk penelusuran dan penemuan masalah-masalah.
Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang. Sedangkan parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi tersebut menurut Wahyono (2003), ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit) dan biaya (cost). Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai
uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Dapat pula dikatakan bahwa pengukuran nilai sebuah informasi akan lebih tepat jika menggunakan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
tersedia harus mem- bantu menganalisis alternatif-altematif. Dukungan SIM terdiri dari perangkat lunak sta- tistika serta perangkat lunak pembuatan model lainnya. Hal ini melibatkan pendekatan terstruktur, manipulasi model, dan sis- tem pencarian kembali data base.
Pada tahap pemilihan, SIM menjadi paling efektif apabila hasil-hasil perancan- gan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong pengambilan keputusan. Apa- bila telah dilakukan pemilihan, maka per-
anan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aspek Organisasi

DESKRIPSI USAHA “ FAMILY LAUNDRY” FORUM VCLASS M5 PENGANTAR BISNIS TEKNOLOGI INFORMASI                                            ...