ANALISIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
BERBASIS
KOMPUTER
DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
dalam jurnal ini Pembuatan keputusan
(definisi), jenis-jenis,tingkat pengambilan keputusan dan mengaanalisis
keputusan.
Salah satu kegiatan manajemen yang penting
adalah memahami sistem se- penuhnya untuk mengambil keputusan- keputusan yang tepat yang akan dapat memperbaiki hasil sistem keseluruhan dalam batas-batas tertentu. Dengan demikian pengambilan keputusan
adalah suatu proses pemilihan dari berbagai alternatif baik kualitatif maupun
kuantitatif untuk mendapat suatu alternatif terbaik guna menjawab masalah
atau menyelesaikan konflik (pertentangan).
Dalam jurnal ini disinggung ,tingkat pengambilan keputusan dan Teknologi Informasi Bagi Organisasi
Tinkat-Tingkat Pengambilan Keputusan
1. Pengambilan
keputusan tingkat strategis
Pengambilan keputusan strategis dicirikan oleh sejumlah besar ketidak pas- tian dan berorientasi ke masa
depan. Keputusan-keputusan ini menetapkan rencana jangka panjang yang akan mempengaruhi keseluruhan organisasi
2. Pengambilan keputusan tingkat
taktis. Pengambilan keputusan taktis ber- hubungan dengan kegiatan jangka
pendek dan penentuan sumber daya untuk mencapai tujuan. Jenis pengam- bilan
keputusan irfi berhubungan den- gan bidang-bidang seperti perumusan
anggaran, analisis ariran dana, penen- tuan tata ruang pabrik, masalah ke-
pegawaian, perbaikan produksi serta penelitian dan pengembangan. Bila
pengambilan keputusan strategis se- bagian besar mengandung kegiatan
perencanaan yang menyeluruh, pen- gambilan keputusan taktis memerlukan gabungan
dari kegiatan perencanaan dan pengawasan. Jenis keputusan ini memiliki potensi
yang kecil untuk me- laksanakan pengambilan keputusan terprogram. Untuk
sebagian besar aturan-aturan keputusan dalam pen- gambilan keputusan
taktis tidak ter- susun dan tidak dapat dipertanggung- jawabkan terhadap
kebiasaan sehari- hari dan peraturan yang mengatur sendiri.
3.Pengambilan keputusan tingkat teknis. Pada
tingkat teknis, standar-standarditentukandan output bersifat deter-
ministik (sifatnya menentukan). Pen- gambilan keputusan teknis adalah suatu
proses yang dapat menjamin bahwa tugas-tugas spesifik dapat dilak-
sanakan dalam cara efektif dan efisien. Tingkat ini lebih ditekankan pada
fungsi pengawasan dan sedikit sekali fungsi perencanaan. Pada tingkat ini pengam-
bilan keputusan terprogram dapat di- laksanakan. Contoh jenis pengambilan keputusan
ini adalah penerimaan atau penolakan kredit, pengendalian proses, penentuan
waktu, penerimaan, pengiri- man, pengawasan inventaris dan penempatan karyawan.
Teknologi Informasi Bagi Organisasi
Tugas Manajer dalam perusahaan dan
hubungannya dengan Teknologi Informasi, Secara garis besar, sehubungan dengan
teknologi informasi, SDM di perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.
Kelompok pertama adalah kumpulan dari mereka yang merupakan para pengguna
(user) teknologi informasi yang dimiliki. Termasuk di dalam kelompok ini seluruh
jenjang SDM dari staf sampai dengan pimpinan puncak. Seluruh SDM ini dalam
kesehariannya terlibat langsung dalam penggunaan teknologi informasi sebagai
sarana penunjang dan pendukung aktivitas pekerjaan
mereka sehari-hari. Kelompok kedua adalah mereka yang bertanggung
jawab terhadap perencanaan dan pengembangan teknologi informasi di perusahaan.
Tugas utama dari mereka yang berada di dalam kelompok ini adalah:
1) Menyusun perencanaan strategis
(masterplan) mengenai pengembangan
sistem dan teknologi informasi perusahaan,
lengkap dengan cetak birunya (blue print);
2)Mendefinisikan
secara detail kebutuhan sistem informasi perusahaan, terutama kebutuhan
spesifik dari masing-masingindividu yang ada;
3)Menyediakan
teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan detail yang telah
didefinisikan tersebut;
4)Memelihara
dan mengembangkan teknologi informasi yang dimiliki perusahaan agar
selalu up-to-date dan dapat dipergunakan oleh seluruh SDM perusahaan;
5)Mengelola hubungan kemitraan
denganpihak-pihak di luar perusahaan (vendor) yang bekerja sama dalam hal
pengembangan teknologi
6)Memonitor
dan mengawasi berbagai hal terkait dengan manajemen atau proses pengelolaan
aset teknologi informasi.
Peran SIM berbasis Komputer dalam Pengambilan Keputusan
Nilai suatu informasi berhubungan dengan
keputusan. Dimana dukungan sis- tem informasi manajemen pada pembua- tan
keputusan dalam suatu organisasi da- pat diuraikan menurut tiga tahapan, proses
pembuatan keputusan, yaitu pemahaman, perancangan (design), dan
pemilihan. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengola- han, file komputer
maupun non komputer. Pada tahap pemahaman hubungannya dengan SIM adalah pada proses
penyelidikan yang meliputi pemeriksaaan data baik dengan cara yang ditentukan maupun dengan cara khusus.
Pada tahap perancangan , kaitannya dengan SIM adalah membuat model-model keputusan untuk diolah ber- dasarkan data yang ada serta memprakarsai pemecahan-pemecahan alternatif. Model-model yang berisi perangkat lunak pembuatan model-model keputusan.maupun dengan cara khusus. SIM harus memberikan kedua cara tersebut. Sistem Informasi sendiri harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi-situasi yang jelas menun- tut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah-masalah yang diketahui den- gan jelas agar disampaikan kepada or- ganisasi tingkat atas sehingga masalah- masalah tersebut dapat ditangani. Pada tahap ini juga perlu ditetapkan kemungki- nan-kemungkinannya. Dukungan SIM me- merlukan suatu data base dengan data masyarakat, saingan dan intern ditambah metode untuk penelusuran dan penemuan masalah-masalah.
Hal ini berarti bahwa bila tidak ada
pilihan atau keputusan, informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat
berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis
jangka panjang. Sedangkan parameter untuk mengukur nilai sebuah informasi
tersebut menurut Wahyono (2003), ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat (benefit)
dan biaya (cost). Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya
lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar
informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai
uang, tetapi dapat ditaksir nilai
efektivitasnya. Dapat pula dikatakan bahwa pengukuran nilai sebuah informasi
akan lebih tepat jika menggunakan analisis cost effectiveness atau cost
benefit.
tersedia harus mem- bantu
menganalisis alternatif-altematif. Dukungan SIM terdiri dari
perangkat lunak sta- tistika serta perangkat lunak pembuatan model lainnya. Hal
ini melibatkan pendekatan terstruktur, manipulasi model, dan sis- tem
pencarian kembali data base.
Pada
tahap pemilihan, SIM menjadi paling efektif apabila hasil-hasil perancan-
gan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong pengambilan keputusan. Apa-
bila telah dilakukan pemilihan, maka per-
anan SIM berubah menjadi pengumpulan data
untuk umpan balik dan penilaian kemudian.
artikel lengkap ada di : https://www.scribd.com/doc/252127110/JURNAL-SISTEM-INFORMASI-MANAJEMEN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar