1. Database Administrator
Profesi ini yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data base yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan, mulai dari proses implementasi data base, mengawasi kinerja database sampai dengan proses pemulihan dan pengamanan data apabila dalam sistem mengalami sebuah gangguan. Profesi ini merupakan profesi yang penting juga karena banyaknya organisasi semua kegiatan proses bisnisnya tersimpan dalam database. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang database administrator harus mampu dalam penggunaan aplikasi seperti Oracle, Microsoft SQL Server, dll.
Profesi ini yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data base yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan, mulai dari proses implementasi data base, mengawasi kinerja database sampai dengan proses pemulihan dan pengamanan data apabila dalam sistem mengalami sebuah gangguan. Profesi ini merupakan profesi yang penting juga karena banyaknya organisasi semua kegiatan proses bisnisnya tersimpan dalam database. Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang database administrator harus mampu dalam penggunaan aplikasi seperti Oracle, Microsoft SQL Server, dll.
2.
Analis
sistem
seseorang
yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan
merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling
sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem
memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang
analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial,
dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis
memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta
fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi
kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian
teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan
keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu
untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem
operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial
akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan
perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam
berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer,
dan profesi sistem lainnya.
Analis sistem
bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat
lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis
biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang
waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi
kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak
manajemen perusahaan.
Pada dasarnya
seorang analis sistem melakukan hal-hal berikut:
-
Berinteraksi
dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan sistem yang akan di gunakan
-
Berinteraksi
dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat
lunak
-
Berinteraksi
ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada
pada jalurnya
-
Melakukan
pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu
para penguji
-
Mengimplementasikan
sistem baru/sistem usulan yang akan digunakan perusahaan
-
Menyiapkan
dokumentasi berkualitas
Seorang
analis sistem juga merupakan orang yang paling bertanggung jawab pada proses
analisis dan perancangan sistem informasi.Tugas utama dari seorang analis
sistem adalah menentukan bentuk sistem yang akan dibangun nantinya.
Oleh sebab
itu sebagai seorang analis sistem, 'harus'lah memiliki dan dibekali dengan
beberapa keahlian spesifik, seperti :
1. Keahlian
Analisis
Keahlian
analisis sistem digunakan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh
perusahaan klien yang bisa diselesaikan dengan sistem informasi dan yang tidak.
Dengan
menganalisa komponen-komponennya maka seorang analis sistem akan lebih mudah
memahami keseluruhan proses bisnis yang berjalan dan menentukan subsistem mana
yang berindikasi mengalami masalah.
2. Keahlian
Teknis
Seorang
dituntut untuk mengenal dan menguasai perangkat lunak maupun perangkat keras
terbaru, serta mengetahui keunggulan maupun batasan dari teknologi tersebut.
Hal ini sangat membantu analis dalam memilih teknologi yang tepat untuk
keperluan klien yang spesifik. Keahlian Teknis dapat diperoleh dari pendidikan
formal ataupun latihan khusus dan jam terbang yang lama dalam mengembangkan sistem
informasi.
3. Keahlian
Manajemen
Analis sistem
bertanggung jawab mengatur sumber daya yang dibawah kendalinya, seperti
programer dan teknisi. Manajemen tugas yang tepat sangat berpengaruh pada cepat
lambatnya penyelesaian proyek. Analis sistem juga harus mampu memprediksi
faktor-faktor eksternal seperti kenaikkan harga perangkat, munculnya pesaing
dan lain-lain.
4. Keahlian
berkomunikasi
Selain ke
tiga keahlian tadi, seorang analis sistem juga harus memilik keahlian dalam
berkomunikasi atau biasa disebut interpersonal skill. Keahlian ini sangatlah
diperlukan untuk menjaring informasi yang akurat tentang permasalahan yang ada
pada kliennya. Komunikasi juga diperlukan untuk koordinasi dan instruksi dengan
stakeholder yang lain. Dengan menjalin komunikasi secara efektif maka
perkembangan proyek dan perubahan terbaru dapat dimonitor dan direspon dengan
baik.
Adapun
hal-hal tanggung jawab dari seorang analis sistem meliputi:
1.
Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis.
2. Aliran
data menuju komputer.
3. Pemrosesan
dan penyimpanan data dengan komputer.
4. Aliran dan
Informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya.
3.
Auditor
Sistem Informasi
Profesi
yang bertanggung jawab dalam melakukan audit terhadap proses teknologi
informasi dan sistem informasi organisasi. Profesi ini memastikan bahwa
proses-proses TI dan SI organisasi sudah mampu dalam mengamankan sumber daya
TI, memelihara kebenaran data, dan mampu menuju tujuan perusahaan secara
efektif. Audit SI memberikan evaluasi yang bersifat independen atas kebijakan,
prosedur, standar, pengukuran, dan praktik untuk menjaga/mencegah informasi
elektronik dari kehilangan, kerusakan, penelusuran yang tidak disengaja, dsb.
Profesi ini saat ini menjadi salah satu profesi yang menarik mengingat saat ini
SI dan TI menjadi salah satu elemen penting organisasi dan profesi ini masih
terbilang cukup baru di Indonesia.
4.
ERP
Specialist
Merupakan profesi yang bertanggung jawab dalam
penyesuaian paket software ERP terhadap proses bisnis organisasi. Sebuah
software ERP yang sudah dibeli belum tentu sesuai denagn proses bisnis yang
berlaku. Perlu beberapa penyesuaian dan modifikasi dan konfigurasi dari paket
ERP tersebut agar bisa sesuai dengan proses bisnis organisasi. Profesi ini
banyak membutuhkan pengetahuan di bidang proses bisnis umum organisasi (SDM,
Pemasaran, Logistik, Accounting dan Financial) serta arsitektur enterprise.
5.
Web
Content Specialist
Merupakan
profesi yang bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mengelola isi dari
sebuah web. Profesi ini membutuhkan pengetahuan terkait analisis dan perancangan
sistem, manajemen proyek teknologi informasi, pengembangan aplikasi,
perancangan interface, serta pencarian informasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar