Pembagian Kerja Dalam Masyarakat
BAB I
PENDAHULUAN
Segala
puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya
makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah ini disusun agar kita dapat
memperluas wawasan kita tentang Ilmu Sosial Dasar.
Makalah
ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu Sosial Dasar (softskil).
Pemahaman tentang manusia dan hal – hal yang berkaitan dengannya sangat
diperlukan, dengan suatu harapan suatu masalah dapat diselesaikan dan dihindari
kelak, sekaligus menambah wawasan bagi kita semua.
Makalah
ini, tentunya masih jauh dari kesempurnaan, karena penulis juga masih dalam
tahap pembelajaran. Oleh karena itu arahan, koreksi dan saran, sangat penulis
harapkan. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAGIAN KERJA DALAM MASYARAKAT
PEMBAGIAN KERJA merupakan pemisah suatu jenis pekerjaan yang dilakukan individu atau suatu kelompok individu tertentu. Jenis perkerjaan yang beragam di masyarakat tidak mungkin dikuasai dan dilakukan oleh setiap orang. Oleh sebab itu, dibutuhkan spesialisasi. Sehingga seorang hanya mengerjakan satu atau beberapa jenis pekerjaan saja.
Fungsi pembagian kerja ini untuk memudahkan dan menghindarkan bentrok kerja. Diwujudkan untuk mengelompokan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing individu atau kelompok. Dengan jadwal ataupun definisi pembagian pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan seorang lebih terlihat, dan yang jelas lebih mengurangi tingkat kerumitan. Yang pastinya akan lebih efektif dan efisiensi.
Pada masyarakat yang suka berburu misalnya, untuk laki-laki bertugas melakukan perburuan, sedangkan untuk perempuan bertugas mengumpulkan tumbuhan-tumbuhan dan binatang yang lebih kecil. Atau dalam masyarakat yang hidup dari meladang, untuk laki laki bertugas membuka hutan dan membakarnya, sedangkan perempuanya bertugas menanam bibit . Demikian pula untuk masyarakat yang hidup dari bertani, untuk laki laki bertugas membajak sawah dan perempuan bertugas menyemai serta memanen hasilnya. Bila di lihat dari usia, anak-anak biasanya melakukan pekerjaan ringan di rumah atau di luar rumah, sebaliknya orang dewasa bertugas mengerjakan pekerjaan yang lebih berat.
Manurut Hasibuan (2007) “pengertian analisis pekerjaan adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang perlu dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dilakukan. analisi pekerjaan adalah informasi tertulis mengenai pekerjaan apa saja yang harus dikerjakandalam suatu perusahaan agar tujuan tercapai”.
Manfaat analisis pekerjaan akan memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku manusia dan alat-alat yang akan digunakan.
Pengertian pembagian kerja (job description) menurut beberapa ahli:
PEMBAGIAN KERJA merupakan pemisah suatu jenis pekerjaan yang dilakukan individu atau suatu kelompok individu tertentu. Jenis perkerjaan yang beragam di masyarakat tidak mungkin dikuasai dan dilakukan oleh setiap orang. Oleh sebab itu, dibutuhkan spesialisasi. Sehingga seorang hanya mengerjakan satu atau beberapa jenis pekerjaan saja.
Fungsi pembagian kerja ini untuk memudahkan dan menghindarkan bentrok kerja. Diwujudkan untuk mengelompokan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing individu atau kelompok. Dengan jadwal ataupun definisi pembagian pekerjaan akan disesuaikan dengan kemampuan seorang lebih terlihat, dan yang jelas lebih mengurangi tingkat kerumitan. Yang pastinya akan lebih efektif dan efisiensi.
Pada masyarakat yang suka berburu misalnya, untuk laki-laki bertugas melakukan perburuan, sedangkan untuk perempuan bertugas mengumpulkan tumbuhan-tumbuhan dan binatang yang lebih kecil. Atau dalam masyarakat yang hidup dari meladang, untuk laki laki bertugas membuka hutan dan membakarnya, sedangkan perempuanya bertugas menanam bibit . Demikian pula untuk masyarakat yang hidup dari bertani, untuk laki laki bertugas membajak sawah dan perempuan bertugas menyemai serta memanen hasilnya. Bila di lihat dari usia, anak-anak biasanya melakukan pekerjaan ringan di rumah atau di luar rumah, sebaliknya orang dewasa bertugas mengerjakan pekerjaan yang lebih berat.
Manurut Hasibuan (2007) “pengertian analisis pekerjaan adalah menganalisis dan mendesain pekerjaan apa saja yang perlu dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus dilakukan. analisi pekerjaan adalah informasi tertulis mengenai pekerjaan apa saja yang harus dikerjakandalam suatu perusahaan agar tujuan tercapai”.
Manfaat analisis pekerjaan akan memberikan informasi tentang aktivitas pekerjaan, standar pekerjaan, konteks pekerjaan, persyaratan personalia, perilaku manusia dan alat-alat yang akan digunakan.
Pengertian pembagian kerja (job description) menurut beberapa ahli:
1. Menurut
Hasibuan (2007). Pembagian kerja yaitu informasi tertulis yang menguraikan
tugas dan tanggung jawab, kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan, dan
aspek-aspek pekerjaan pada suatu jabatan tertentu dalam organisasi.
2. Menurut
Rivai (2004). Pembagian tugas adalah hasil analisis pekerjaan sebagai rangkaian
kegiatan atau proses menghimpun dan mengolah informasi mngenai pekerjaan.
3. Menurut
Pophal (2008). “Pembagian kerja adalah rekaman tertulis mengenai tanggung jawab
dari pekerjaan tertentu. Dokumen ini menunjukkan kualifikasi yang dibutuhkan
untuk jabatan tersebut dan menguraikan bagaimana pekerjaan tersebut berhubungan
dengan bagian lain dalam perusahaan
Dengan adanya pembagian kerja seperti di atas, pekerjaan jadi lebih ringan dan tidak memberatkan seseorang karena pekerjaan yang dilakukannya sesuai dengan kemampuannya. Jadi untuk setiap jenis pekerjaan dibutuhkanan tanggung jawab oleh masing-masing individu atau kelompok dari pekerjaan tersebut.
Masalah yang terjadi jika tidak ada pembagian kerja
dalam masyarakat
Di zaman globalisasi sekarang ini, kita melihat
masih banyak sekali pengangguran-pengangguranyang merajalela. Kurangnya
kesempatan kerja pada masyarakat merupakan salah satu faktor yang menimbulkan
banyaknya pengangguran. Mungkin diantara kita ada yang bertanya "Mengapa
ada kurangnya kesempatan kerja pada masyarakat ?". Itu disebabkan oleh
pertumbuhan penduduk yang setiap tahunnya naik drastis dan jelas tidak ada
keseimbangan antara jumlah penduduk dan lapangan kerja. Bukan hanya pertumbuhan
penduduk saja yang menyebabkan kurangnya kesempatan kerja, tetapi lambatnya
perkembangan dalam bidang pertanian di Indonesia. Seperti Badan Usaha Milik
Negara(BUMN) yang menangani dalam bidang pertanian yakni PERUM BULOG(Perusahaan
Umum Badan Urusan Logistik) sangatlah lamban mendistribusikan beras-beras ke
masyarakat. Alhasil, para petanilah yang menderita kerugian, karena para petani
bingung akan menjual kemana hasil panennya, dipusat pun masih banyak stok-stok
penyimpanan berasnya.
Akibat yang ditimbulkan karena kurangnya kesempatan
kerja pada masyarakat adalah terjadinya pengangguran yang membludak dimana-mana
dan tidak sedikit masyarakat berurbanisasi setiap tahunnya. Banyak solusi yang
dilakukan pemerintah, salah satunya perluasan kesempatan kerja seperti
penciptaan kesempatan kerja yang lebih bervariasi. Tetapi jika ini tidak
dilakukan sama rata diseluruh daerah atau hanya satu titik saja maka terjadilah
ketimpangan-ketimpangan didaerah dan perkotaan.
Ketimpangan-ketimpangan itu adalah :
Ketimpangan-ketimpangan itu adalah :
1. Pola
pemukiman penduduk antara pulau jawa dan luar jawa. Kita melihat padat dan
banyaknya pemukiman penduduk di pulau jawa daripada di luar pulau jawa.
2. Ketimpangan
pembangunan antar daerah. Seperti yang telah kita ketahui begitu padat dan
cepatnya pembangunan di daerah perkotaan daripada di daerah pedesaan.
3. Ketidakserasian
laju pembanguna daerah kota dan pedesaan. Begitu cepatnya laju pembangunan
diperkotaan daripada dipedesaan.
4. Kurang
berkembangnya informasi pasar tenaga kerja, sehingga terjadi kesenjangan
permintaan dan penawaran kerja. Oleh karena kurangnya informasi di daerah
pedesaan maka terjadi kesenjangan antara kota dan pedesaan dalam dunia kerja.
5. Kurang
terdapatnya penyesuaian antara program pendidikan dengan arah pembangunan.Kebanyakan
dalam proses pendidikan sedikit sekali yang menerapkan pada arah pembangunan
dimasa sekarang dan masa akan datang pada setiap siswa.
6. Ketimpangan
koordinasi dalam pemilikan investasi padat modal dan padat karya. Bayangkan
kepemilikan investasi kebanyakan dimiliki oleh yang memiliki modal besar
ketimbang yang mempunyai karya besar.
7. Ketimpangan
tingkat produktivitas antara sektor pertanian dan sektor non pertanian. Negara
kita sedikit demi sedikit akan mengubah sektor pertanian menjadi sektor industri,
oleh karena itu banyak lahan-lahan pertanian diubah menjadi lahan industri dan
akhirnya sektor petanian lama-lama terkikis hilang dinegara kita.
8. Kekurangserasian
perkembangan antara sektor formal dan non formal. Oleh karena negara kita
akan menuju menjadi negara era globalisasi, segala macam yang berbau kedaerahan
akan sedkit demi sedikit menghilang.
9. Masalah
pengangguran terbuka dan pengangguran terselubung. Pengertian pengangguran
terbuka itu sendiri adalah merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak
bekerja atau sedang mencari pekerjaan dan pengertian pengangguran terselubung
adalah pengangguran yang terjadi karena banyaknya pekerja dalam satu unit
kerja. Masalah inilah yang banyak terdapat di negara kita karena kurangnya
pembagian kerja dalam masyarakat.
Penutup
Dengan ini saya mengucapkan terimaksih kepada semua
pihak atas selesainya tugas saya mudah mudahan apa yang saya jelaskan tentang pembagian
kerja dalam masyarakat semoga dapat berguna untuk orang banyak dan dapat
membantu untuk generasi selanjutnya
Daftar Pustaka
Soal
1. Apa
yang dimaksud dengan pembagian kerja?
2. Apa
fungsi pembagian kerja?
3. Apa
pengertian pembagian kerja menurut Hasibuan?
4. Apa
pengertian pembagian kerja menurut Rivai?
5. Apa
pengertian pembagian kerja menurut Pophal?
6. Ada dampak positif dari pembagian kerja?
7. Kenapa di zaman globalisasi masih ada pengangguran?
8. Apa akibat dari ketidak adaaan pekerjaan di masyarakat?
9. Apa saja yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi kitimpangan tersebut?
10.
Apa saja yang membuat seseorang menjadi
pengangguran?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar