Minggu, 20 Januari 2019

FUZZY LOGIC


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar  Belakang
 Setiap tahun, tren jumlah penderita diabetes kian meningkat. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia kini menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes. Pada 2006, jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) di Indonesia mencapai 14 juta orang. Dari jumlah itu, baru 50% penderita yang sadar mengidap dan sekitar 30% di antaranya melakukan pengobatan secara teratur. Menurut beberapa penelitian epidemiologi, prevalensi diabetes di Indonesia berkisar 1,5 sampai 2,3 kecuali di manado yang cenderung lebih tinggi yaitu 6,1% (Wahdah, 2011).



Klasifikasi etiologis Diabetes Mellitus menurut ADA 2005 yaitu Diabetes Mellitus tipe 1, Diabetes Mellitus tipe 2, Diabetes Mellitus tipe lain dan Diabetes Kehamilan (Gestasional). Di Indonesia jumlah keseluruhan kasus penyakit Diabetes Mellitus tipe 1 belum diketahui secara pasti, tipe ini jarang ditemui. Hal ini disebabkan karena Indonesia terletak di khatulistiwa atau faktor genetik yang tidak mendukung. Lain halnya pada Diabetes Mellitus tipe 2 yang meliputi lebih dari 90% dari jumlah populasi penderita diabetes – untuk selanjutnya disebut diabetesi –, faktor lingkungan sangat berperan (Sudoyo, 2006). Diabetes Mellitus ini kalau dibiarkan akan mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius.

 Peningkatan jumlah diabetesi disebabkan keterlambatan penegakan diagnosis dan juga dikarenakan pola hidup yang tidak sehat. konsep Fuzzy logic sangat fleksibel dan mempunyai toleransi terhadap data-data yang tidak tepat serta didasarkan pada bahasa alami. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem sebagai alat bantu dalam penentuan apakah pasien itu menderita Diabetes Mellitus atau tidak dengan konsep Fuzzy logic. Sistem yang digunakan sebagai alat bantu adalah sistem pakar .

 Penggunaan sistem pakar dapat diimplementasikan dengan mudah ke dalam bahasa mesin secara mudah dan efisien dengan menggunakan fuzzy logic. Fuzzy logic telah menjadi area riset yang mengagumkan karena kemampuannya dalam menjembatani bahasa mesin yang serba presisi dengan bahasa manusia yang cenderung tidak presisi yaitu dengan menekankan pada makna atau arti (significance). Bisa dibayangkan bahwa sistem fuzzy adalah sebuah mesin penerjemah bahasa manusia sehingga bisa dimengerti oleh bahasa mesin dan juga sebaliknya (Naba, 2009).

Sistem pakar dibuat hanya pada domain pengetahuan tertentu untuk suatu kepakaran tertentu yang mendekati kemampuan manusia di salah satu bidang saja. Sistem pakar mencoba mencari penyelesaian yang memuaskan yaitu sebuah penyelesaian yang cukup bagus agar pekerjaan dapat berjalan walaupun itu bukan penyelesaian yang optimal (Hartati dan Iswanti, 2008).

Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain: pembuatan keputusan (decision making), pemaduan pengetahuan (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), prakiraan (forecasting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasihat (advising), dan pelatihan (tutoring). Selain itu sistem pakar juga dapat berfungsi sebagai asisten yang pandai dari seorang pakar.

Sistem pakar fuzzy logic dapat diterapkan menggunakan aplikasi web karena dengan aplikasi web bisa mudah digunakan oleh semua pihak tanpa batasan waktu. Dengan digunakan aplikasi web, user dapat dengan mudah dan cepat mengakses sistem.


BAB II
Fuzzy Logic adalah suatu cabang ilmu Artificial Intellegence, yaitu suatu pengetahuan yang membuat komputer dapat meniru kecerdasan manusia sehingga diharapkan komputer dapat melakukan hal-hal yang apabila dikerjakan manusia memerlukan kecerdasan. Dengan kata lain fuzzy logic mempunyai fungsi untuk “meniru” kecerdasan yang dimiliki manusia untuk melakukan sesuatu dan mengimplementasikannya ke suatu perangkat, misalnya robot, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.
Logika fuzzy pertama kali dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh melalui tulisannya pada tahun 1965 tentang teori himpunan fuzzy.  Lotfi Asker Zadeh adalah seorang ilmuwan Amerika Serikat berkebangsaan Iran dari Universitas California di Barkeley,Meskipun logika fuzzy dikembangkan di Amerika, namun ia lebih populer dan banyak diaplikasikan secara luas oleh praktisi Jepang dengan mengadaptasikannya ke bidang kendali (control).

Mengapa logika fuzzy yang ditemukan di Amerika malah lebih banyak ditemukan aplikasinya di negara Jepang?  Salah satu penjelasannya: kultur orang Barat yang cenderung memandang suatu persoalan sebagai hitam-putih, ya-tidak, bersalahtidak bersalah, sukses-gagal, atau yang setara dengan dunia logika biner Aristoteles,  sedangkan kultur orang Timur lebih dapat menerima dunia“abu-abu” atau fuzzy.  Saat ini banyak dijual produk elektronik buatan Jepang yang menerapkan prinsip logika fuzzy, seperti mesin cuci, AC, dan lainlain.  Tahun 1990, mesin cuci otomatis di Jepang menggunakan logika fuzzy.



Ada beberapa alasan mengapa orang menggunakan Fuzzy Logic,   antara lain:
·        Konsep Fuzzy Logic mudah dimengerti. Konsep matematis yang  mendasari penalaran fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti.
·        Fuzzy Logic sangat fleksibel.
·        Fuzzy Logic memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat.
·        Fuzzy Logic mampu memodelkan fungsi-fungsi non linear            yang sangat kompleks.
·        Fuzzy Logic dapat membangun dan mengaplikasikan pengalamanpengalaman para pakar       secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan.
·        Fuzzy Logic dapat bekerjasama dengan teknik-teknik kendali secara konvensional.
·        Fuzzy Logic didasarkan pada bahasa alami.


BAB III

Jumlah penderita Diabetes Mellitus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan keterlambatan diagnosis penyakit dan juga karena gaya hidup yang tidak sehat. Penderita penyakit tersebut biasanya tidak menyadari kalau menderita penyakit Diabetes Mellitus. Pada penelitian ini, dibuat suatu sistem penegakan penyakit Diabetes Mellitus dengan Metode Sugeno. Variabel-variabel pendukung penegakan diagnosis penyakit tersebut digunakan dalam pembentukan himpunan fuzzy. Himpunan fuzzy itu akan diproses dengan Metode Sugeno sehingga menghasilkan suatu keputusan. Aplikasi yang dirancang telah diuji dengan melibatkan rekam medik diagnosa dari dokter, hasil keputusan yang dihasilkan aplikasi adalah sama dengan diagnosa dokter yang tertera di rekam medik. Secara umum aplikasi berbasis web ini bisa digunakan sebagai alat bantu dalam penegakan diagnosis penyakit Diabetes Mellitus).

Metode penelitian
Suatu proses rancang bangun sistem diperlukan adanya analisa untuk mengetahui proses berjalannya sistem. Analisa sistem diperlukan untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan dalam perancangan sistem. Dalam analisa ini dibagi dalam 2 bagian, yaitu analisa data sistem dan analisa kebutuhan sistem.


Analisa Data Sistem
 Aplikasi sistem pakar fuzzy logic berikut ini merupakan diagnosa penyakit dengan menggunakan mesin inferensi fuzzy berdasarkan metode sugeno. Proses diagnosis dalam sistem pakar ini didasarkan dari hasil laboratorium. Masukan atau inputan dari sistem berikut ini adalah :
 1.   Biodata pasien, yang teridiri dari : Username, Password, Nama, Jenis Kelamin, Alamat, Email, No telp.
2.   Data hasil laboratorium, yang terdiri dari : Glukosa darah puasa (GDP), Glukosa plasma puasa (GPP), Glukosa plasma tidur (GPT), Glukosa darah 2 jam PP (GD), Kadar HbA1c, Kadar HDL, Kadar trigliserida, Kadar insulin.



Analisa Kebutuhan Sistem

 Proses mendapat pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai macam jalan, yakni pengetahuan dari pakar, buku, jurnal ilmiah, laporan dan sebagainya. Sumber pengetahuan tersebut dikumpulkan dan kemudian direpresentasikan ke dalam basis pengetahuan menggunakan kaidah JIKA – MAKA (IF – THEN). Model yang dipakai dalam implementasi sistem pakar diaognosis penyakit adalah model logika fuzzy dengan metode Sugeno. Gambar  di bawah ini merupakan gambaran langkah-langkah yang digunakan dalam metode Sugeno.





Adapun penjelasan dari flowchart pada gambar 3.1 di atas adalah sebagai berikut :
1.   Input himpunan fuzzy
 Dalam perancangan sistem pakar ini menggunakan inputan dari hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut merupakan variabel-variabel yang digunakan dalam penegakan diagnosis penyakit Diabetes Mellitus (DM). Variabel-variabel tersebut yaitu kadar glukosa Menentukan derajat keanggotaan Mulai Input nilai himpunan Fuzzy Menghitung Predikat aturan Output hasil keputusan Defuzzifikasi Selesai darah puasa, kadar glukosa darah 2 jam PP, kadar glukosa plasma puasa, kadar glukosa darah saat tidur, kadar insulin, kadar HbA1c, kadar kolesterol HDL, kadar trigliserida.

2. Menentukan derajat keanggotaan himpunan fuzzy
Setiap variabel sistem dalam himpunan fuzzy ditentukan derajat keanggotaannya (μ). Dimana derajat keanggotaan tersebut menjadi nilai dalam himpunan fuzzy.

 3. Menghitung predikat aturan (α)
 Variabel-variabel yang telah dimasukkan dalam himpunan fuzzy, dibentuk aturan-aturan yang diperoleh dengan mengkombinasikan setiap variabel dengan variabel yang satu dengan atribut lingusitiknya masing-masing. Aturan-aturan yang telah diperoleh akan dihitung nilai predikat aturannya dengan proses implikasi. Dalam metode Sugeno proses implikasi dilakukan dengan operasi Min. Predikat aturan tersebut diperoleh dengan mengambil nilai minimum dari derajat keanggotaan variabel yang satu dengan variabel yang lain, yang telah dikombinasikan dalam aturan yang telah ditentukan sebelumnya.
4. Defuzifikasi
 Pada tahap defuzifikasi ini dilakukan penghitungan rata-rata (Weight Average / WA) dari setiap predikat pada setiap variabel dengan menggunakan persamaan berikut ini :


5. Hasil keputusan
Pada bagian ini merupakan hasil keputusan dari rangkaian proses dalam penegakan diagnosis penyakit Diabetes Mellitus (DM) berdasarakan hasil pemeriksaan di laboratorium. Adapun hasil pemeriksaan dan diagnosis dari dokter bisa dilihat pada rekam medic yang terdapat pada bagian lampiran.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan : diagnosa penyakit diabetes mellitus dapat dibangun dengan pendekatan logika fuzzy, penentuan diagnosa penyakit dengan sistem pendukung keputusan menggunakan pendekatan logika fuzzy lebih objektif dari pada diagnosa penyakit secara manual, penentuan diagnosa penyakit dengan sistem pendukung keputusan menggunakan pendekatan logika fuzzy lebih efektif dan efisien, penentuan diagnosa penyakit dengan pendekatan logika fuzzy menggunakan 5 kriteria dalam menentukan keputusan. Fungsi dari aplikasi ini untuk mempermudah masyarakat dan pekerja klinik dalam diagnosa penyakit diabetes mellitus secara cepat dan efisien.Hasil uji coba sesuai dengan diagnosa dokter.



           
SARAN
          Menyadari bahwa penulis  masih jauh dari kata sempurna , kedepannya penulis lebih focus dan details dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan banyak sumber sumber  yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertangung jawabkan.



PENUTUP
Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenani materi yang menjadi bahasan dalam penjelasan ini tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena terbatasnya pengetahuan kurangnya rujukan atau refrensi yang kami peroleh hubunganya dengan penjelasan ini  , penulis berharap kepada para pembaca yang budiman memberikan kritik saran yang membangun kepada kami demi sempurnanya penjelasan ini . semoga penjelasan  ini dapat bermanfaat bagi penulis para pembaca khususnya pada penulis.


Refrensi :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aspek Organisasi

DESKRIPSI USAHA “ FAMILY LAUNDRY” FORUM VCLASS M5 PENGANTAR BISNIS TEKNOLOGI INFORMASI                                            ...